PENGGUNAAN MEDIA CETAK DALAM PROMOSI KESEHATAN PROMOSI KESEHATAN

 

KELOMPOK 8

PENGGUNAAN MEDIA CETAK DALAM PROMOSI KESEHATAN

PROMOSI KESEHATAN


DISUSUN OLEH :

UMMIATUL W

URAY AULYA SARI DEWI

UTARI ,MAYASARI

UTI FEBRI


KELAS C

SEMESTER IV

PRODI S1

 

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN

MUHAMMADIYAH PONTIANAK

2014

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Pengertian

Kata media berasal dari bahasa latin “medius” yang berarti tengah, perantara, atau pengantar. Secara harfiah dalam bahasa Arab, media berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Media atau alat peraga dalam promosi kesehatan dapat diartika sebagai alat bantu promosi kesehatan yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa atau dicium, untuk memperlancar komunikasi dan oenyebarluasan informasi.

Media promosi kesehatan adalah semua saranana atau upaya menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator, baik melalui media cetak, elektronika, dan media luar ruang, sehingga pengetahuan sasaran dapat meningkat dan akhirnya dapat mengubah perilaku ke arah positif terhadap kesehatan (Soekidjo, 2010).

Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator, baik itu melalui media cetak, elektronik (TV, radio, komputer, dll) dan media luar ruang, sehingga sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat berubah perilakunya kearah positif terhadap kesehatannya (DEPKES RI, 2006).

Alat peraga digunakan secara kombinasi, misalnya menggunakan papan tulis dengan foto dan sebagainya. Tetapi dalam menggunakan alat peraga, baik secara kombinasi maupun tunggal, ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu alat peraga harus mudah dimengerti oleh masyarakat sasaran dan ide atau gagasan yang terkandung didalamnya harus dapat diterima oleh sasaran.

Alat peraga yang digunakan secara baik memberikan keuntungan-keuntungan, antara lain :

  1. Dapat menghindari kesalahan pengertian/pemahaman atau salah tafsir.
  2. Dapat memperjelas apa yang diterangkan dan dapat lebih mudah ditangkap.
  3. Apa yang diterangkan akan lebih lama diingat, terutama hal-hal yang mengesankan.
  4. Dapat menarik serta memusatkan perhatian.
  5. Dapat memberi dorongan yang kuat untuk melakukan apa yang dianjurkan.
  1. Tujuan Media Promosi
  2. Media dapat mempermudah penyampaian informasi.
  3. Media dapat menghindari kesalahan persepsi.
  4. Media dapat memperjelas informasi.
  5. Media dapat mempermudah pengertian.
  6. Media dapat mengurangi komunikasi yang verbalistis.
  7. Media dapat menampilkan objek yang tidak bisa ditangkap mata.
  8. Media dapat memperlancar komunikasi.
  1. Langkah-Langkah Penetapan Media:
  2. Menetapkan tujuan

Tujuan harus relaistis, jelas, dan dapat diukur (apa yang diukur, siapa sasaran yang akan diukur, seberapa banyak perubahan akan diukur, berapa lama dan dimana pengukuran dilakukan). Penetapan tujuan merupakan dasar untuk merancang media promosi dan merancang evaluasi.

  1. Menetapkan segmentasi sasaran

Segmentasi sasaran adalah suatu kegiatan memilih kelompok sasaran yang tepat dan dianggap sangat menentukan keberhasilan promosi kesehatan. Tujuannya antara lain memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya, memberikan kepuasan pada masing-masing segmen, menentukan ketersediaan jumlah dan jangkauan produk, serta menghitung jenis dan penempatan media.

  1. Memposisikan pesan (positioning)

Memposisikan pesan adalah proses atau upaya menempatkan suatu prosuk perusahaan, individu atau apa saja ke dalam alam pikiran sasaran atau konsumennya. Positioning membentuk citra.

  1. Menentukan strategi positioning

Identifikasi para pesaing, termasuk persepsi konsumen, menentukan posisi pesaing, menganalisis preferensi khalayak sasaran, menetukan posisi merek produk sendiri, serta mengikuti perkembangan posisi.

  1. Memilih media promosi kesehatan

Pemilihan media didasarkan pada selera khalayak sasaran. Media yang dipilih harus memberikan dampak yang luas. Setiap media akan memberikan peranan yang berbeda. Penggunaan beberapa media secara seremoak dan terpadu akan meningkatkan cakupan, frekuensi, dan efektivitas pesan.

  1. Media Cetak

Media cetak yaitu suatu media statis dan mengutamakan pesan-pesan visual. Pada umumnya terdiri atas gambaran sejumlah kata, gambar, atau foto dalam tata warna. Contohnya poster, leaflet, brosur, majalah, surat kabar, lembar balik, stiker, dan pamflet. Fungsi utamanya adalah memberi informasi dan menghibur. Kelebihan yang dimiliki media cetak antara lain tahan lama, mencakup banyak orang, biaya tidak terlalu tinggi, tidak perlu energi listrik, dapat dibawa, mempermudah pemahaman, dan meningkatkan gairah belajar. Kelemahannya tidak dapat menstimulasi efek suara dan efek gerak serta mudah terlipat.

Media cetak, yaitu suatu media statis dan mengutamakan pesan-pesan visual. Media cetak pada umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna. Fungsi utama media cetak ini adalah memberi informasi dan menghibur.
Adapun macam-macamnya adalah poster, leaflet, brosur, majalah, surat kabar, lembar balik, sticker, dan pamflet.
a) Kelebihan media cetak diantaranya:
(1) Tahan lama.
(2) Mencakup banyak orang.
(3) Biaya tidak tinggi.
(4) Tidak perlu listrik.
(5) Dapat dibawa ke mana-mana.
(6) Dapat mengungkit rasa keindahan.
(7) Meningkatkan gairah belajar.
b) Kelemahan media cetak yaitu:
(1) Media ini tidak dapat menstimulir efek suara dan efek gerak
(2) Mudah terlipat.

  1. Jenis/Macam Media
  2. Benda asli.

Benda asli adalah benda yang sesungguhnya, baik hidup maupun mati. Jenis ini merupakan alat peraga yang paling baik karena mudah dan cepat dikenal serta mempunyai bentuk atau ukuran yang tepat. Kelemahan alat peraga ini tidak selalu mudah dibawa kemana-mana sebagai alat bantu mengajar. Termasuk dalam alat peraga, antara lain benda sesungguhnya (tinja dikebun, lalat di atas tinja, dan lain-lain), spesimen (benda yang telah diawetkan seperti cacing dalam botol pengawet, dan lain-lain), sampel (contoh benda sesungguhnya untuk diperdagangkan seperti oralit, dan lain-lain).

  1. Benda tiruan

Benda tiruan memiliki ukuran yang berbeda dengan benda sesungguhnya. Benda tiruan bisa digunakan sebagai media atau alat peraga dalam promosi kesehatan karena benda asli mungkin digunakan (misal, ukuran benda asli yang terlalu besar, terlalu berat, dan lain-lain). Benda tiruan dapat dibuat dari bermacam-macam bahan seperti tanah, kayu, semen, plastik, dan lain-lain.

  1. Gambar atau media grafis

Grafis secara umum diartikan sebagai gambar. Media grafis adalah penyajian visual (menekankan persepsi indra penglihatan) dengan penyajian dua dimensi. Media grafis tidak termasuk media elektronik. Termasuk dalam media grafis antara lain, poster, leaflet, reklame, billboard, spanduk, gambar karikatur, lukisan, dan lain-lain.

  1. Pesan Dalam Media

Pesan adalah terjemahan dari tujuan komunikasi ke dalam ungkapan atau kata yang sesuai untuk sasaran. Pesan dalam suatu media harus efektif dan kreatif. Oleh karena itu, pesan harus memenuhi hal-hal sebagai berikut :

  1. Memfokuskan perhatian pada pesan (command attention)

Ide atau pesan pokok yang merefleksikan strategi desain suatu pesan dikembangkan. Bila terlalu banyak ide, hal tersebut akan membingungkan sasaran dan mereka akan mudah melupakan pesan tersebut.

  1. Mengklarifikasi pesan (clarify the message)

Pesan haruslah mudah, sederhana dan jelas. Pesan yang efektif harus memberikan informasi yang relevan dan baru bagi sasaran. Kalau pesan dalam media diremehkan oleh sasaran, secara otomatis pesan tersebut gagal.

  1. Menciptakan kepercayaan (Create trust)

Pesan harus dapat dipercaya, tidak bohong, dan terjangkau. Misalnya, masyarakat percaya cuci tangan pakai sabun dapat mencegah penyakit diare dan untuk itu harus dibarengi bahwa harga sabun terjangkau atau mudah didapat di dekat tempat tinggalnya.

  1. Mengkomunikasikan keuntungan (communicate a benefit)

Hasil pesan diharapkan akan memberikan keuntungan. Misalnya sasaran termotivasi membuat jamban karena mereka akan memperoleh keuntungan dimana anaknya tidak akan terkena penyakit diare.

  1. Memastikan konsistensi (consistency)

Pesan harus konsisten, artinya bahwa makna pesan akan tetap sama walaupun disampaikan melalui media yang berbeda secara berulang; misal di poster, stiker, dan lain-lain.

  1. Cater to heart and head

Pesan dalam suatu media harus bisa menyentuh akal dan rasa. Komunikasi yang efektif tidak hanya sekadar memberi alasan teknis semata, tetapi juga harus menyentuh nilai-nilai emosi dan membangkitkan kebutuhan nyata.

  1. Call to action

Pesan dalam suatu media harus dapat mendorong sasaran untuk bertindak sesuatu bisa dalam bentuk motivasi ke arah suatu tujuan. Contohnya, “Ayo, buang air besar di jamban agar anak tetap sehat”.

  1. Beberapa Media Grafis

Media grafis adalah penyajian visual dua dimensi yang dibuat berdasarkan unsur dan prinsip rancangan gambar dan sangat bermanfaat. Media grafis sangat efektif sebagai media penyampaian pesan.

  1. Poster

Poster adalah sehelai kertas atau papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata-kata. Poster merupakan pesan singkat dalam bentuk gambar dnegan tujuan memengaruhi seseorang agar tertarik atau bertindakan pada sesuatu. Makna kata-kata dalam poster harus jelas dan tepat serta dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang lebih enam meter. Poster biasanya ditempelkan pada suatu tempat yang mudah dilihat dan banyak dilalui orang misalnya di dinding balai desa, pinggir jalan, papan pengumuman, dan lain-lain. Gambar dalam poster dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, gambar atau foto.

Poster terutama dibuat untuk memengaruhi orang banyak dan memberikan pesan singkat. Oleh karena itu, cara pembuatannya harus menarik, sederhana, dan hanya berisikan satu ide atau satu kenyataan saja. Poster yang baik adalah poster yang mempunyai daya tinggal lama dalam ingatan orang yang melihatnya serta dapat mendorong untuk bertindak. Poster tidak dapat memberi pelajaran dengan sendirinya karena keterbatasan kata-kata. Poster lebih cocok digunakan sebagai tindak lanjut dari suatu pesan yang sudah disampaikan beberapa waktu yang lalu. Dengan demikian poster bertujuan untuk mengingatkan kembali dan mengarahkan pembaca ke arah tindakan tertentu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh komunikator.

Berdasarkan isi pesan, poster dapat disebut sebagai thematic poster, tactical poster, dan practical poster. Thematic poster yaitu poster yang menerangkan apa dan mengapa, tactical poster menjawab kapan dan dimana; sedangkan practical poster menerangkan siapa, untuk siapa, apa, mengapa, dan dimana.

Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam pembuatan poster :

  1. Dibuat dalam tata letak yang menarik, misal besarnya huruf, gambar, dan warna
    yang mencolok.
  2. Dapat dibaca (eye cather) orang yang lewat.
  3. Kata-kata tidak lebih dari tujuh kata.
  4. Mengunakan kata yang provokatif, sehingga menarik perhatian.
  5. Dapat dibaca dibaca dari jarak enam meter.
  6. Harus dapat menggugah emosi, misal dengan menggunakan faktor ini, bangga, dan
    lain-lain.
  7. Ukuran yang besar: 50 x 70 cm, kecil : 35 x 50 cm.

Dimana tempat pemasangan poster :

  1. Poster biasanya dipasang ditempat-tempat umum dimana orang sering berkumpul,
    seperti halte bus, dekat pasar, dekat toko/warung.
  2. Persimpangan jalan desa, kantor kelurahan, balai desa, posyandu, dan lain-lain.

Kegunaan poster :

  1. Memberikan peringatan, misalnya tentang selalu mencuci tangan dnegan sabun
    setelah buang air besar dan sebelum makan.
  2. Memberikan informasi, misalnya tentang pengolahan air dirumah tangga.
  3. Memberikan anjuran, misalnya pentingnya mencuci makanan mentah dan buah-
    buahan dengan air bersih sebelum makan.
  4. Mengingatkan kembali, misalnya cara mencuci tangan yang benar.
  5. Memberikan informasi tentang dampak, misalnya informasi tentang dampak buang
    air besar (BAB) dijamban.

Keuntungan poster :

  1. Mudan dibuat.
  2. Singkat waktu dalam pembuatannya.
  3. Murah.
  4. Dapat menjangkau orang banyak.
  5. Mudah menggugah orang banyak untuk berpartisipasi.
  6. Bisa dibawa kemana-mana.
  7. Banyak variasi.

Cara pembuatan poster :

  1. Pilih subjek yang kan dijadikan topik, misal kesehatan lingkungan, sanitasi, PHBS dan lain-lain.
  2. Pilih satu pesan kesehatan yang terkait, misal keluarga yang menggunakan jamban
    untuk BAB.
  1. Gambarkan pesan tersebut dalam gambar.
  2. Pesan dibuat menyolok, singkat, cukup besar, dan dapat dilihat pada jarak enam
    meter, misalnya “Stop buang air besar sembarangan !”.
  3. Buat dalam warna yang kontras sehingga jelas terbaca, misal kombinasi warna merah
    yang tidak bertabrakan yaitu biru tua-merah, hitam-kuning, merak kuning, biru tua-
    biru muda.
  4. Hindarkan tambahan-tambahan yang tidak perlu ditulis.
  5. Gambar dapat sederhana.
  6. Perhatikan jarak huruf, bentuk dan ukuran.
  7. Tes/uji poster pada teman, apakah poster sudah bisa memcapai maksudnya atau tidak.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain poster

Poster secara umum terdiri atas beberapa bagian, yaitu :

  1. Judul (head line)
  2. Subjudul (sub head line)
  3. Body copy/copy writing, dan
  4. Logo dan indentitas.

Judul harus dapat dibaca jeas dari jarak enam meter, mudah dimengerti, mudah diingat. Subjudul harus menjelaskan, melengkapi, dan menerangkan judul secara singkat. Poster juga memerlukan adanya ilustrasi. Ilustrasi ini harus atraktif berhubungan erat dengan judul dan terpadu dengan penampilan secara keseluruhan. Warna merupakan salah satu unsur grafis. Pengertian warna bisa meliputi warna simbolik atau rasa kejiwaan. Warna dapat dibagi menjadi tiga kelompok menurut jenisnya, yaitu warna primer (merah, kuning, biru), warna sekunder (hijau, kuning, lembayung), dan warna tersier (cokelat kemerahan, cokelat kekuningan, cokelat kebiruan). Warna sebagai simbol mempunyai arti tersendiri. Misalnya, merah berarti berani, putih berarti suci, kuning berarti kebesaran, hitam berarti abadi, hijau berarti harapan, dan merah muda berarti cemburu. Mengenal rasa warna dapat diartikan sebagai berikut merah adalah warna panas, biru adalah warna dingin, dan hijau adalah warna sejuk.

  1. Leaflet

Leaflet adalah selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat singkat, padat, mudah dimengerti, dan gambar-gambar yang sederhana. Leaflet atau sering juga disebut pamflet merupakan selembar kertas yang berisi tulisan cetak tentang suatu masalah khusus untuk sasaran dan tujuan tertentu. Ukuran leaflet biasanya 20 x 30 cm yang berisi tulisan 200-400 kata. Ada beberapa leaflet yang disajikan secara berlipat.

Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat tentang suatu masalah, misalnya deskripsi pengolahan air ditingkat rumah tangga, deskripsi tentang diare serta pencegahannya, dan lain-lain. Isis harus bisa ditangkap dnegan sekali baca. Leaflet dpat diberikan atau disebarkan pada saat pertemuan-pertemuan dilakukan seperti pertemuan Focus Group Discussion (FGD), pertemuan posyandu, kunjungan rumah, dan lain-lain.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat leaflet :

  1. Tentukan kelompok sasaran yang ingin dicapai.
  2. Tuliskan apa tujuannya.
  3. Tentukan isi singkat hal-hal yang mau ditulis dalam leaflet.
  4. Kumpulan tentang subje yang kaan disampaikan.
  5. Buat garis-garis besar cara penyajian pesan, termasuk didalamnya bagaimana
    bentuk tulisan gambar serta tata letaknya.
  6. Buatkan konsepnya. Konsep dites terlebih dahulu pada kelompok sasaran yang
    hampir sama dengan kelompok sasaran, perbaiki konsep, dan buat ilistrasi yang
    sesuai dengan isi.

Kegunaan leaflet :

  1. Mengingat kembali tentang hal-hal yang telah diajarkan atau dikomunikasikan.
  2. Diberika sewaktu kampanye untuk memperkuat ide yang telah disampaikan.
  3. Untuk memperkenalkan ide-ide baru kepa orang banyak.

Keuntungan leaflet :

  1. Dapat disimpan lama
  2. Sebagai referensi
  3. Jangkauan dapat jauh
  4. Membantu media lain
  5. Isi dapat dicetak kembali dan dapat sebagai bahan diskusi
  1. Faedah Promosi Kesehatan

Faedah Alat Bantu Promosi (Pendidikan). Secara terperinci, faedah alat peraga antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Menimbulakan minat sasaran pendidikan
  2. Mencapai sasaran yang lebih banyak
  3. Membantu dalam mengatasi banyak hambatan dalam pemahaman
  4. Merangsang sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan-pesan yang diterima
    kepada orang lain.
  5. Mempermudah penyampaian bahan pendidikan/informasi oleh para pendidik/pelaku
    pendidikan
  6. Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan. Dari sini dapat
    disimpulkan bahwa alat-alat visual lebih mempermudah cara penyampaian dan
    penerimaan informasi atau bahan pendidikan.
  7. Mendorong keinginan orang untuk mengetahui, kemudian lebih mendalami, dan
    akhirnya mendapatkan pengertian yang lebih baik. Orng yang melihat sesuatu yang
    memang diperlukan tentu akan menarik perhatiaanya, dan apa yang dilihat dengan
    penuh perhatian akan memberikan pengertian baru baginya, yang merupakan
    pendorong untuk melakukan/memakai sesuatu yang baru tersebut.
  8. Membantu menegakan pengertian yang diperoleh. Didalam menerima sesuatu yang
    baru,manusia mempunyai kecenderungan untuk melupakan atau lupa terhadap
    pengertian yang telah diterima. Untuk mengatasi hal ini alat bantu akan membantu
    menegakan pengetahuan-pengetahuan yang telah diterima sehingga apa yang
    diterima akan lebih lama tersimpan didalam ingatan.
  1. Merancang Pengembangan Media Promosi Kesehatan .

Media promosi kesehatan yang baik adalah media yang mampu memberikan informasi atau pesan-pesan kesehatan yang sesuai dengan tingkat penerimaan sasaran, sehingga sasaran mau dan mampu untuk mengubah perilaku sesuai dengan pesan yang disampaikan.

Langkah-langkah merancang, pengembangan media promosi kesehatan sebagai berikut:
a. Menetapkan tujuan

Tujuannya adalah suatu pernyataan tentang suatu keadaan di masa datang yang akan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan tertentu.
Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan harus:
1) Realistis, artinya bisa dicapai bukan hanya angan-angan.
2) Jelas dan dapat diukur.
3) Apa yang akan diukur.
4) Siapa sasaran yang akan diukur.
5) Seberapa banyak perubahan yang akan diukur.
6) Berapa lama dan di mana pengukuran dilakukan.

  1. Menetapkan segmentasi sasaran
    Segmentasi sasaran adalah suatu kegiatan memilih kelompok sasaran yang tepat dan dianggap sangat menentukan keberhasilan promosi kesehatan. Tujuannya adalah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dan memberikan kepuasan pada masing-masing segmen. Dapat juga untuk menentukan ketersediaan, jumlah dan jangkauan produk. Selain itu juga dapat menghitung jenis media dan menempatkan media yang mudah diakses oleh khalayak sasaran.

Sebelum media promosi kesehatan diluncurkan hendaknya perIu mengumpulkan data sasaran seperti:
1) Data karakteristik perilaku khalayak sasaran.
2) Data epidemiologi.
3) Data demografi.
4) Data geografi.
5) Data psikologi.

  1. Mengembangkan posisioning pesan
    Posisioning adalah suatu proses atau upaya untuk menempatkan suatu produk perusahaan, individu atau apa saja dalam alam pikiran mereka yang dianggap sebagai sasaran atau konsumennya. Posisioning bukan sesuatu yang Anda lakukan terhadap produk tetapi sesuatu yang Anda lakukan terhadap otak calon konsumen atau khalayak sasaran. Hal ini bukan strategi produk tetapi strategi komunikasi. Di sini berhubungan dengan bagaimana calon konsumen menempatkan produk Anda di dalam otaknya.
    Posisioning membentuk citra. Sesuatu citra bisa kaya makna atau sederhana saja. Sebaiknya citra bisa berubah-ubah dan dinamis. Citra bisa diterima secara homogen dan sama.
  2. Menentukan strategi posisioning
    Pada prinsipnya seseorang yang ingin melakukan kegiatan posisioning memerlukan suatu ketekunan dan kejernihan berpikir dalam memandang produk dan pasar yang tengah diusahakan.

Langkah-Iangkah yang perlu dilakukan:
1) Identifikasi para pesaing
Tujuannya adalah melakukan identifikasi atas sejumlah pesaing yang ada di
masyarakat.
2) Persepsi konsumen
Tujuannya adalah memperoleh sejumlah atribut yang dianggap penfing oleh khalayak
sasaran.
3) Menentukan posisi pesaing
Mengetahui posisi yang diduduki oleh pesaing dilihat dari berbagai sudut pandang.
4) Menganalisis preferensi khalayak sasaran
Yaitu mengetahui posisi yang dikehendaki oleh khalayak sasaran terhadap suatu
produk tertentu.
5) Menentukan posisi merek produk sediri
Penentuan posisi merek yang akan kita jual harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : nalisis ekonomi, komitmen terhadap segmen pasar, jangan mengadakan perubahan yang penting, pertimbangkan simbol-simbol produk.
6) Ikuti perkembangan posisi
Secara bersekala posisi produk harus ditinjau dan dinilai kembali apakah masih cocok
dengan keadaan.
7) Memilih Media Promosi Kesehatan
Pemilihan media adalah jabaran saluran yang akan digunakan untuk menyampaikan
pesan pada khalayak sasaran.

Yang perlu diperhatikan di sini adalah:
a) Pemilihan media didasarkan pada selera khalayak sasaran, bukan pada selera
pengelola program.
b) Media yang djpilih harus memberikan dampak yang luas.
c) Setiap media akan mempunyai peranan yang berbeda.
d) Penggunaan beberapa media secara serempak dan terpadu akan meningkatkan
cakupan,frekuensi dan efektivitas pesan.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Mubarak, Wahit Iqbal. 2011. Promosi Kesehatan untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika

http://uptdpuskesmassukatani.blogspot.com/2011/09/konsep-prinsip-promkes.html

Notoatmodjo,soekidjo. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Rinekacita. Jakarta. 2010

DEPKES RI, 2006. Modul: Promosi Kesehatan untuk Politeknik/D3 Kesehatan. Pusat Promosi Kesehatan Depkes RI, Jakarta.
Notoatmodjo,soekidjo. 2007. Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Rineka Cipta, Jakarta.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Upaya mewujudkan kesehatan masyarakat di Indonesia terutama dilakukan dengan  melakukan perubahan perilaku kesehatan melalui promosi kesehatan. Promosi kesehatan meliputi kegiatan pendidikan kesehatan disertai pemberdayaan masyarakat. Pendidikan kesehatan memiliki tujuan utama mengubah pengetahuan masyarakat agar terbentuk perilaku sehat sesuai yang diharapkan. Peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat diharapkan memicu sikap mendukung perilaku sehat, bila didukung faktor pemungkin dan pendorong akan membentuk perilaku sehat.Proses pendidikan kesehatan merupakan proses transfer informasi tentang kesehatan yang diharapkan melalui komunikasi. Komponen komunikasi tersusun atas pengirim dan penerima pesan, isi pesan, media dan efek dari pesan.

Media sebagai saluran informasi merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan kesehatan. Memilih media sebagai saluran menyampaikan pesan kesehatan dipengaruhi metode yang digunakanMedia pendidikan kesehatan pada hakekatnya alat bantu pendidikan kesehatan. Menurut fungsi sebagai saluran pesan media pendidikan kesehatan dapat dikelompokkan atas media cetak, media elektronik dan media papan (billboard). Beberapa media cetak dikenal antara lain booklet, leaflet, selebaran (flyer), lembar balik (flip chart), artikel atau rubrik, poster.

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa yang dimaksud media promosi kesehatan?
  3. Apa saja tujuan dalam media promosi kesehatan?
  4. Apa saja langkah-langkah penetapan media?
  5. Bagaimana pesan dalam media promosi kesehatan?
  6. Apa saja faedah promosi kesehatan?
  1. Tujuan

Tujuan Umum : Mengetahui media dalam promosi kesehatan

Tujuan Khusus :

  1. Mengetahui definisi media promosi kesehatan
  2. Mengetahui tujuan media promosi kesehatan
  3. Mengetahui langkah penetapan media
  4. Mengetahui pesan media promosi kesehatan
  5. Mengetahui faedah promosi kesehatan
  1. Manfaat

Mahasiswa menjadi mengerti tentang:

  1. Mengetahui definisi media promosi kesehatan
  2. Mengetahui tujuan media promosi kesehatan
  3. Mengetahui langkah penetapan media
  4. Mengetahui pesan media promosi kesehatan
  5. Mengetahui faedah promosi kesehatan

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator, baik itu melalui media cetak, elektronik (TV, radio, komputer, dll) dan media luar ruang, sehingga sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat berubah perilakunya kearah positif terhadap kesehatannya (DEPKES RI, 2006).

Alat peraga digunakan secara kombinasi, misalnya menggunakan papan tulis dengan foto dan sebagainya. Tetapi dalam menggunakan alat peraga, baik secara kombinasi maupun tunggal, ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu alat peraga harus mudah dimengerti oleh masyarakat sasaran dan ide atau gagasan yang terkandung didalamnya harus dapat diterima oleh sasaran.

  1. Saran

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah meberikan rahmat, inayah, taufik dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “penggunaan media cetak dalam promosi kesehatan” ini. Semoga makalah ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca khususnya dibidang keperawatan.

Makalah ini berisikan tentang bagaimana seorang perawat dapat mengetahui dan memahami bagaimana media cetak dalam promosi kesehatan dan untuk melaksanakan tugasnya dalam kondisi apapun. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kami.

Pontianak, Maret 2014

Penyusun

Iklan

Tes Cukit ( Skin Prick Test ) pada Diagnosis Penyakit Alergi

tsuhendrie14@gmail.com

Pendahuluan

Lebih dari 1 abad tes kulit sudah sering dilakukan untuk mendiagnosis alergi, saat ini test alegi pada kulit banyak dilakukan pada penyakit alergi seperti Hay fever, asma, rinitis alergi dan dermatitis. Tes kulit merupakan alat diagnosis yang paling banyak digunakan untuk membuktikan adanya IgEspesifik yang terikat pada sel mastosit dan memiliki sensitivitas yang tinggi. 1,2

Untuk pasien penderita alergi dan dokter pemeriksa, diagnosis alergi dengan skin prick test punya banyak keuntungan. Tes ini relatif mudah dan nyaman untuk pasien serta tidak mahal. Untuk dokter hasil pemeriksaan bisa didapatkan hanya dalam waktu 20 menit sehingga penjelasan bisa diberikan kepada pasien seketika itu juga. 2

Efek samping dan resiko skin prick test amat jarang, dapat berupa reaksi alergi yang memberat dan benjolan pada kulit yang tidak segera hilang. Pemberian oral antihistamain dan kortikosteroid bisa dilberikan apabila terjadi reaksi yang tidak diinginkan tersebut.3

Untuk lebih informatif terhadap pasien, maka anamnesis dan pemeriksaan klinis tetap harus mendahului tes cukit ini. Dokter juga harus waspada akan kemungkinan terjadinya false-positive dan false-negative dalam menginterpreasikan hasil tes cukit ini.

Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan penyegaran kembali kepada sejawat residen mengenai skin prick test yang selama ini sudah kita laksanakan untuk diagnostik alergi di klinik THT RS. Dokter Kariadi. Kami berharap tulisan ini dapat bermanfaat untuk keakuratan hasil test dan penyampaian serta edukasi terhadap pasien.

Tes Alergi pada Kulit

Macam tes kulit untuk mendiagnosis alergi :1

  • Puncture, prick dan scratch test biasa dilakukan untuk menentukan alergi oleh karena alergen inhalan, makanan atau bisa serangga.
  • Tes intradermal biasa dilakukan pada alergi obat dan alergi bisa serangga
  • Patch test (epicutaneus test) biasanya untuk melakukan tes pada dermatitis kontak

Skin Prick Test adalah salah satu jenis tes kulit sebagai alat diagnosis yang banyak digunakan oleh para klinisi untuk membuktikan adanya IgE spesifik yang terikat pada sel mastosit kulit. Terikatnya IgE pada mastosit ini menyebabkan keluarnya histamin dan mediator lainnya yang dapat menyebabkan vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah akibatnya timbul flare/kemerahan dan wheal/bentol pada kulit tersebut.1

Kelebihan Skin Prick Test dibanding Test Kulit yang lain : 2

  1. karena zat pembawanya adalah gliserin maka lebih stabil jika dibandingkan dengan zat pembawa berupa air.
  2. Mudah dialaksanakan dan bisa diulang bila perlu.
  3. Tidak terlalu sakit dibandingkan suntik intra dermal
  4. Resiko terjadinya alergi sistemik sangat kecil, karena volume yang masuk ke kulit sangat kecil.
  5. Pada pasien yang memiliki alergi terhadap banyak alergen, tes ini mampu dilaksanakan kurang dari 1 jam.

Tujuan Tes Kulit pada alergi:

Tes kulit pada alergi ini untuk menentukan macam alergen sehingga di kemudian hari bisa dihindari dan juga untuk menentukan dasar pemberian imunoterapi.1

Indikasi Tes Cukit ( Skin Prick Test ) : 4

  • Rinitis alergi : Apabila gejala tidak dapat dikontrol dengan medikamentosa sehingga diperlukan kepastian untuk mengetahui jenis alergen maka di kemudian hari alergen tsb bisa dihindari.
  • Asthma : Asthma yang persisten pada penderita yang terpapar alergen (perenial).
  • Kecurigaan alergi terhadap makanan. Dapat diketahui makanan yang menimbulkan reaksi alergi sehingga bisa dihindari.
  • Kecurigaan reaksi alergi terhadap sengatan serangga.

Persiapan Tes Cukit ( Skin Prick Test)

Sebagai dokter pemeriksa kita perlu menanyakan riwayat perjalanan penyakit pasien, gejala dan tanda yang ada yang membuat pemeriksa bisa memperkirakan jenis alergen, apakah alergi ini terkait secara genetik dan bisa membedakan apakah justru merupakan penyakit non alergi, misalnya infeksi atau kelainan anatomis atau penyakit lain yang gambarannya menyerupai alergi. 4

Persiapan Tes Cukit :1,4

  1. Persiapan bahan/material ekstrak alergen.
  • gunakan material yang belum kedaluwarsa
  • gunakan ekstrak alergen yang terstandarisasi
  1. Pesiapan Penderita :
  • Menghentikan pengobatan antihistamin 5-7 hari sebelum tes.
  • Menghentikan pengobatan jenis antihistamin generasi baru paling tidak 2-6 minggu sebelum tes.
  • Usia : pada bayi dan usia lanjut tes kulit kurang memberikan reaksi.
  • Jangan melakukan tes cukit pada penderita dengan penyakit kulit misalnya urtikaria, SLE dan adanya lesi yang luas pada kulit.
  • Pada penderita dengan keganasan,limfoma, sarkoidosis, diabetes neuropati juga terjadi penurunan terhadap reaktivitas terhadap tes kulit ini.
  1. Persiapan pemeriksa :
  • Teknik dan ketrampilan pemeriksa perlu dipersiapan agar tidak terjadi interpretasi yang salah akibat teknik dan pengertian yang kurang difahami oleh pemeriksa.
  • Ketrampilan teknik melakukan cukit
  • Teknik menempatkan lokasi cukitan karena ada tempat2 yang reaktifitasnya tinggi dan ada yang rendah. Berurutan dari lokasi yang reaktifitasnya tinggi sampai rendah : bagian bawah punggung > lengan atas > siku > lengan bawah sisi ulnar > sisi radial > pergelangan tangan.

Prosedur Tes Cukit :1,6

Tes Cukit ( Skin Prick Test ) seringkali dilakukan pada bagian volar lengan bawah. Pertama-tama dilakuakn desinfeksi dengan alkohol pada area volar, dan tandai area yang akan kita tetesi dengan ekstrak alergen. Ekstrak alergen diteteskan satu tetes larutan alergen ( Histamin/ Kontrol positif ) dan larutan kontrol ( Buffer/ Kontrol negatif)menggunakan jarum ukuran 26 ½ G atau 27 G atau blood lancet.

Kemudian dicukitkan dengan sudut kemiringan 45 0 menembus lapisan epidermis dengan ujung jarum menghadap ke atas tanpa menimbulkan perdarahan. Tindakan ini mengakibatkan sejumlah alergen memasuki kulit. Tes dibaca setelah 15-20 menit dengan menilai bentol yang timbul.

Mekanisme Reaksi pada Skin Test 

Dibawah permukaan kulit terdapat sel mast, pada sel mast didapatkan granula-granula yang berisi histamin. Sel mast ini juga memiliki reseptor yang berikatan dengan IgE. Ketika lengan IgE ini mengenali alergen (misalnya house dust mite) maka sel mast terpicu untuk melepaskan granul-granulnya ke jaringan setempat, maka timbulah reaksi alergi karena histamin berupa bentol (wheal) dan kemerahan (flare).5

A                a      C       aaa


           

 

           B

                                            aa

 

                                                        

                                                                                   

Gambar 1. A. Cara menandai ekstrak alergen yang diteteskan pada lengan

  1. Sudut melakukan cukit pada kulit dengan lancet
  2. Contoh reaksi hasil positif pada tes cukit

 

Kesalahan yang Sering terjadi pada Skin Prick Test

    1. Tes dilakukan pada jarak yang sangat berdekatan ( < 2 cm )
    2. terjadi perdarahan, yang memungkinkan terjadi false positive.
    3. Teknik cukitan yang kurang benar sehingga penetrasi eksrak ke kulit kurang, memungkinkan terjadinya false-negative.
    4. Menguap dan memudarnya larutan alergen selama tes.

Faktor-faktor yang mempengaruhi skin test

  1. Area tubuh tempat dilakukannya tes
  2. Umur
  3. Sex
  4. Ras
  5. Irama sirkardian
  6. Musim
  7. Penyakit yang diderita
  8. Obat-obatan yang dikonsumsi

Interpretasi Tes Cukit ( Skin Prick Test ): 1,6

Untuk menilai ukuran bentol berdasarkan The Standardization Committee of Northern (Scandinavian) Society of Allergology dengan membandingkan bentol yang timbul akibat alergen dengan bentol positif histamin dan bentol negatif larutan kontrol. Adapun penilaiannya sebagai berikut :

  • Bentol histamin dinilai sebagai +++ (+3)
  • Bentol larutan kontrol dinilai negatif (-)
  • Derajat bentol + (+1) dan ++(+2) digunakan bila bentol yang timbul besarnya antara bentol histamin dan larutan kontrol.
  • Untuk bentol yang ukurannya 2 kali lebih besar dari diameter bento histamin dinilai ++++ (+4).

Di Amerika cara menilai ukuran bentol menurut Bousquet (2001) seperti dikutip Rusmono sebagai berikut :1,3

– 0        : reaksi (-)

– 1+      : diameter bentol 1 mm > dari kontrol (-)

– 2+      : diameter bentol 1-3mm dari kontrol (-)

– 3+      : diameter bentol 3-5 mm > dari kontrol (-)

– 4+      : diameter bentol 5 mm > dari kontrol (-) disertai eritema.

Tes kulit dapat memberikan hasil positif palsu maupun negatif palsu karena tehnik yang salah atau faktor material/bahan ekstrak alergennya yang kurang baik.6

Jika Histamin ( kontrol positif ) tidak menunjukkan gambaran wheal/ bentol atau flare/hiperemis maka interpretasi harus dipertanyakan , Apakah karena sedang mengkonsumsi obat-obat anti alergi berupa anti histamin atau steroid. Obat seperti tricyclic antidepresan, phenothiazines adalah sejenis anti histamin juga. 6

Hasil negatif palsu dapat disebabkan karena kualitas dan potensi alergen yang buruk, pengaruh obat yang dapat mempengaruhi reaksi alergi, penyakit-penyakit tertentu, penurunan reaktivitas kulit pada bayi dan orang tua, teknik cukitan yang salah (tidak ada cukitan atau cukitan yang lemah ).1 Ritme harian juga mempengaruhi reaktifitas tes kulit. Bentol terhadap histamin atau alergen mencapai puncak pada sore hari dibandingkan pada pagi hari, tetapi perbedaan ini sangat minimal. 6

Hasil positif palsu disebabkan karena dermografisme, reaksi iritan, reaksi penyangatan (enhancement) non spesifik dari reaksi kuat alergen yang berdekatan, atau perdarahan akibat cukitan yang terlalu dalam. 6

Dermografisme terjadi pada seseorang yang apabila hanya dengan penekanan saja bisa menimbulkan wheal/bentol dan flare/kemerahan. Dalam rangka mengetahui ada tidaknya dermografisme ini maka kita menggunakan larutan garam sebagai kontrol negatif. Jika Larutan garam memberikan reaksi positif maka dermografisme.6

Semakin besar bentol maka semakin besar sensitifitas terhadap alergen tersebut, namun tidak selalu menggambarkan semakin beratnya gejala klinis yang ditimbulkan. Pada reaksi positif biasanya rasa gatal masih berlanjut 30-60 menit setelah tes.6

Tes Cukit untuk alergen makanan kurang dapat diandalkan kesahihannya dibandingkan alergen inhalan seperti debu rumah dan polen. Skin test untuk alergen makanan seringkali negatif palsu.6

 

Daftar Obat-obatan yang dapat mempengaruhi tes kulit sehingga harus dibebaskan beberapa hari sebelumnya :2

Anti histamin generasi I dibebaskan
klorfeniramin 1-3 hari
klemastin 1-10 hari
ebastin 3-10 hari
hidroksisin 1-10 hari
ketotifen 3-10 hari
mequisatin 3-10 hari
Antihistamin generasi II setirisin

3-10 hari

loratadin
feksofenadin
desloratadin
astemizole 6 minggu
antidepresan Imipramin

10 hari

Fenotiazine
Kortikosteroid jangka pendek

< 1 minggu

Cimetidin juga mempengaruhi tes kulit
Ranitidin
Kromolin tidak mempengaruhi tes kulit.
B 2 adrenergik agonis
teofilin

Ringkasan

  1. Tes kulit merupakan alat diagnosis yang paling banyak digunakan untuk membuktikan adanya IgE spesifik yang terikat pada sel mastosit dan memiliki sensitivitas yang tinggi, mudah murah dan cepat.
  2. Efek samping dan resiko skin prick test amat jarang, dapat berupa reaksi alergi yang memberat dan benjolan pada kulit yang tidak segera hilang. Pemberian oral antihistamain dan kortikosteroid bisa dilberikan apabila terjadi reaksi yang tidak diinginkan tersebut.
  3. Tes Cukit untuk alergen makanan kurang dapat diandalkan kesahihannya dibandingkan alergen inhalan seperti debu rumah dan polen. Skin test untuk alergen makanan seringkali negatif palsu.
  4. Pentingnya pemahaman test alergi mengenai indikasi, teknik dan interpretasinya dapat meningkatkan kemampuan kita dalam menerangkan pasien dan melakukan terapi selanjutnya.

Daftar Pustaka :

  1. Pawarti DR. Tes Kulit dalam Diagnosis Rinitis Alergi, Media Perhati. Volume 10 2004; Vol 10 no 3 :18-23
  2. Krouse JH, Marbry RL. Skin testing for Inhalant Allergy 2003 : current strategies. Otolaryngolo Head and Neck Surgary 2003 ; 129 No 4 : 34-9.
  3. Rusmono N. Diagnosis Rinitis Alergi secra invivo dan invitro. Dalam : Kursus dan Pelatihan Alergi dan Imunologi. Konas XIII Perhati – KL. Bali. 2003 ; 56-60
  4. Mayo Clinic staff. Allergy skin tests: Identify the sources of your sneezing, Mayo Foundation for medical education and research, April 2005 ; 1-5
  5. Lie P. An Approach to Allergic Rhinitis, Respirology & Allergy Rounds. April 2004; 39-45
  6. Nelson HS, Lah J, Buchmeier A, McCormick D. Evaluation of Devices for Skin prick Testing. J Allergy and Clin Immunol 1998; 101 : 153-6

Tips for Understanding Black History Month- 2015 Edition

Phenderson Djèlí Clark

blackhistorymonthIt’s that time of year again, Black History Month. Beginning every February in the United States, the country sets aside 28 (or 29 in a leap year) days to celebrate, discuss and engage Black History. Innocuous enough. And yet what seems to happen every Feb. 1st, is the beginning of a 28-days long ritual of whining (how come they get their own month?), misconceptions and endless micro-aggressive racial faux-pas. And this isn’t just from the usual sky boxes of white privilege; there are black people (some of them noteworthy) who wade into…well…the stupid. So here are a few tips to better understand the month, both for those who have to endure the stupid and for those who might be enticed to engage in the stupid.

This is just an updated list from an identical post I did last year. But guess what? It never gets old because the stupid never…

Lihat pos aslinya 2.343 kata lagi

karya anak indonesia seputar info motor modifikasi

modifikasimotor.com _Dalam memodifikasi motor bukan hanya tampilan yang harus di perhatikan tetapi kenyamanan dan keselamatan berkendara, juga harus menjadi hal yang harus di perhatikan. Ada berbagai macam jenis modifikasi motor tapi itu semua tergantung dari minat dan selera pengguna motor itu sendiri. Sebagai contoh modifikasi motor untuk balap tentunya berbeda dengan modifikasi motor untuk tampilan sehari-hari tapi banyak motor balap seperti modifikasi motor drag menjadi bahan acuan untuk model modifikasi motor mereka.

 DSC02644

odifikasimotor.com – Masih ingatkah anda kepeda sepeda motor tua yang menjadi kebanggaan masyarakat di Indonesia pada beberapa tahun lalu yakni Honda CB. Sepeda motor legendaris ini meurapakan hasil pabrikan Honda yang merupakan perusahaan salah satu otomotif ternama di dinia. Dengan mengandalkan performa yang sangat mempuni motor sport tentunya dapat menarik kalangan pengguna roda dua. Namun bagaimana tampilan modifikasi Honda CB ?

Gambar Modifikasi Honda CB - Foto Modifikasi Motor Honda CB

Seperti yang telah kami sampaikan di atas jika motor ini memiliki keistimewaan yang tersendiri. Namun pertemuan kali ini kami tidak membicarakan detail specnya melaikan ingin membagikan gambar modifikasi Honda CB terbaru, keren, dan populer. Sebagian orang menilai bahwa motor jaman dulu ini memiliki tampilan yang kuno, tetapi masalah tersebut dapat ditepis oleh modifikator tanah air yang berhasil menyulap varian ini dengan tapilan begitu manabjubkan.

Gambar Modifikasi Honda CB - Foto Modifikasi Motor Honda CB

Gambar Modifikasi Honda CB - Foto Modifikasi Motor Honda CB

Gambar Modifikasi Honda CB - Foto Modifikasi Motor Honda CB

Gambar Modifikasi Honda CB - Foto Modifikasi Motor Honda CB

Gambar Modifikasi Honda CB - Foto Modifikasi Motor Honda CB

Gambar Modifikasi Honda CB - Foto Modifikasi Motor Honda CB

Gambar Modifikasi Honda CB - Foto Modifikasi Motor Honda CB

Gambar Modifikasi Honda CB - Foto Modifikasi Motor Honda CB

Kumpulan foto modifikasi Honda CB di atas merupakan hasil karya rumah modifikasi di tanah air tercinta ini. Melalui bakat yang tertanam dan kombinasi kreatifitas tingkat tinggi dapat menjadikan hasil modifikasi Honda CB dikagumi banyak orang. Mungkin anda juga berpikiran sama dengan kami mengenai penilaian tersebut, apalagi jika anda memang pecinta modif motor. Saat ini banyak ribuan teknik yang dapat dilakukan oleh banyak orang untuk melakukan perubahan tampilan kepada sepeda motornya hanya dengan melihat contoh gambar.